“Belajar dari Alam, Berkarya untuk Masa Depan: Eksplorasi Ilmiah PKL Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Siliwangi 2026”

Sebanyak 144 mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Siliwangi bersama 12 dosen dan staf mengikuti kegiatan Praktikum Kuliah Lapangan (PKL) Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman langsung yang dirancang untuk melatih kemampuan penelitian lapangan sekaligus mengembangkan soft skills dan hard skills abad ke-21. PKL ini mengusung pendekatan learning by experience yang merujuk pada konsep Dale’s Cone of Experience, di mana mahasiswa memperoleh pemahaman lebih mendalam melalui keterlibatan langsung di lapangan. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan keterlibatan mahasiswa, keterampilan praktis, apresiasi terhadap lingkungan, serta kemampuan mengaplikasikan pengetahuan secara nyata.

Hari Pertama: Eksplorasi Morfologi Tumbuhan di Taman Bunga Nusantara

Kegiatan hari pertama diawali sejak dini hari dengan keberangkatan dari depan Gedung Mashudi, dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah di Masjid Al-Muhajirin. Rombongan kemudian menuju Taman Bunga Nusantara sebagai lokasi utama pengamatan. Di lokasi ini, mahasiswa melaksanakan pengamatan yang berfokus pada Mata Kuliah Morfologi Tumbuhan. Mahasiswa mengkaji berbagai bentuk modifikasi dan struktur tumbuhan, khususnya pada bagian bunga, daun, dan batang. Objek pengamatan meliputi beragam koleksi tanaman hias dari berbagai belahan dunia.

Setelah kegiatan observasi, mahasiswa melakukan diskusi dan review hasil pengamatan untuk memperkuat pemahaman. Suasana kebersamaan semakin terasa pada malam hari melalui kegiatan diskusi, ulasan kegiatan, serta kreasi seni antar kelas. Suasana diskusi malam menjadi semakin hangat dan meriah dengan adanya atraksi sulap dari dosen, Bapak Ryan Ardiansyah, M.Pd., yang berhasil mencairkan suasana dan mengundang antusiasme serta gelak tawa dari seluruh peserta. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat senang mengikuti kegiatan ini karena memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.

Hari Kedua: Menjelajah Keanekaragaman Hayati di Kebun Raya Cibodas

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan di Kebun Raya Cibodas. Setelah persiapan dan sarapan bersama, mahasiswa menuju lokasi untuk melaksanakan pengamatan lanjutan. Fokus pembelajaran hari kedua mencakup Morfologi Tumbuhan, Botani Cryptogamae, dan Pengetahuan Lingkungan. Mahasiswa mengamati struktur pohon besar, akar banir, serta variasi daun di alam terbuka. Selain itu, mahasiswa juga mengeksplorasi Taman Lumut (Bryophyta) dan mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan paku (Pteridophyta).

Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai fungsi Kebun Raya sebagai kawasan konservasi ex-situ, yaitu pelestarian keanekaragaman hayati di luar habitat aslinya. Hal ini memberikan wawasan penting tentang upaya menjaga plasma nutfah dan keberlanjutan ekosistem. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi mengenai tanaman seperti Anthurium, teknik kokedama, serta pemanfaatan hidrogel dalam budidaya tanaman. Diskusi interaktif dan perlombaan turut menambah semangat belajar mahasiswa. Pada malam hari, kegiatan kembali diisi dengan diskusi, ulasan kegiatan, serta kreasi seni yang mempererat kebersamaan antar peserta.

Hari Ketiga: Pendalaman Ekosistem Alami di TNGGP

Hari ketiga sekaligus penutup PKL dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), dengan lokasi utama Talaga Biru dan Curug Cibeureum. Kegiatan diawali dengan check out dari hotel dan dilanjutkan perjalanan menuju lokasi. Mahasiswa melakukan tracking sambil mengamati ekosistem hutan hujan tropis pegunungan. Fokus pembelajaran meliputi Pengetahuan Lingkungan dan Botani Cryptogamae, dengan kegiatan mengamati interaksi faktor biotik dan abiotik serta memahami konsep konservasi in-situ, yaitu pelestarian di habitat asli. Selain itu, mahasiswa juga melakukan identifikasi lumut dan tumbuhan paku yang tumbuh alami di lingkungan yang lembap. Pengalaman ini memberikan pemahaman nyata mengenai dinamika ekosistem serta pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari TNGGP yang memperkaya wawasan mahasiswa tentang konservasi dan pengelolaan kawasan taman nasional. Rangkaian PKL kemudian ditutup secara resmi dengan refleksi kegiatan dan pembagian apresiasi kepada peserta.

Penutup

Rangkaian PKL selama tiga hari ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa, mulai dari pengamatan morfologi tumbuhan di kawasan taman tematik, eksplorasi keanekaragaman hayati di kebun raya, hingga pendalaman ekosistem alami di kawasan taman nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademik yang lebih mendalam, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap lingkungan. PKL ini menjadi bukti bahwa pembelajaran terbaik tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata di alam yang memberikan makna dan kesan mendalam bagi setiap peserta.

Dokumentasi Kegiatan Hari 1

Dokumentasi Kegiatan Hari 2

Dokumentasi Kegiatan Hari 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

X